Biografi
Stephen R. Covey (lahir
di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, 24
Oktober 1932 – meninggal di Idaho Falls, Idaho,
Amerika Serikat, 16 Juli 2012 pada umur 79 tahun) adalah seorang
penulis asal Amerika Serikat yang menulis buku laris, The Seven Habits of
Highly Effective People. Buku-buku lain yang pernah ditulisnya
termasuk First Things First, Principle-Centered Leadership,
dan The Seven Habits of Highly Effective Families. Pada 2004, Covey
menerbitkan, The 8th Habit. Pada 2008, Covey menerbitkan The Leader
In Me -- How Schools and Parents Around the World Are Inspiring Greatness, One
Child at a Time.
Covey tinggal bersama istrinya Sandra dan keluarga mereka di Provo, Utah.
Di sini pula terletak Universitas Brigham Young, tempat Dr. Covey mengajar
sebelum ia menerbitkan buku larisnya. Ia mempunyai 9 orang anak dan 49 cucu
dari istrinya. Ia memperoleh Penghargaan Untuk Seorang Ayah dari National
Fatherhood Initiative pada 2003.
Covey mendirikan "Pusat Kepemimpinan Covey" yang, pada 1997,
bergabung dengan Franklin Quest untuk mendirikan Franklin Covey, sebuah
perusahaan pelayanan profesional global. Mereka menawarkan pelatihan dan
perangkat produktivitas bagi berbagai individu dan organisasi. (wikipedia)
Resume
Karakter adalah gabungan dari
kebiasaan-kebiasaan sedangkan kebiasaan sulit berubah, tetapi bisa dirubah
dengan komitmen yang sungguh-sungguh. Kebiasaan (habits) yang baik adalah
gabungan antara pengetahuan (knowlegde), keahlian (skill) dan keinginan (desire).
7 kebiasaan ini adalah prinsip
pegangan tingkah laku manusia yang menjamin kepribadian, suatu individu dengan
kebiasaan-kebiasaan mendasar yang bisa dilakukan sehari hari :
1) Be proactive (Jadilah Proaktif)
Proaktivitas, sebagai sifat
manusia, hidup kita milik kita, Maka Perilaku kita adalah suatu hasil dari
keputusan kita. Kita memiliki perasaan dari nilai-nilai berperilaku. Kita
memiliki inisiatif dan daya tanggap untuk membuat sesuatu terjadi.
Pengalaman-pengalaman tersulit kita menjadi ujian dalam menempa karakter kita
dan mengembangkan kekuatan jiwa (inner power).
Ada tiga nilai penting dalam
kehidupan:
1. pengalaman (yang
terjadi pada diri kita)
2. kreativitas (menjadikan
ada)
3. sikap (tanggapan
terhadap persoalan sulit)
2) Begin with the end in mind (Mulailah Dengan Akhir
Di Pikiran Kepemimpinan Pribadi)
Titik awal dan akhir dalam
pikiran adalah mengembangkan pernyataan misi, filosofi atau paham pribadi. Ini
akan membantumu fokus pada apa yang kamu inginkan “menjadi“ (karakter),
“mengerjakan” (kontribusi dan pencapaian) dan pada nilai-nilai dan
prinsip-prinsip atas dasar keadaan dan apa yang dikerjakan. Pernyataan misi
pribadi memberikan kita suatu pusat tumpuan yang tidak berubah, dimana kita
bisa berurusan dengan perubahan yang terjadi.
Segala sesuatunya dibuat dua
kali. Kita menciptakan suatu rencana untuk yang pertama dan terakhir. Dengan
pengendalian dari penciptaan pertama milik kita, kita bisa memutuskan
bagaimana awalan dan akhiran hidup kita, dengan demikian bisa melakukan control
pertanggung-jawaban hasil dan akibatnya.
3) Put first things first
(Dahulukan Yang Utama Prinsip Manajemen Pribadi)
adalah Manajemen Pribadi,
pelatihan kemandirian yang akan menciptakan kehidupan yang selaras dengan nilai
- nilai, sasaran dan misi yang dianut. Untuk mengendalikan perasaan, dan
suasana hati kita harus tegas menyatakan kata “YA” dalam hati, dan berkata
“TIDAK” kepada yang lain. Kata “YA” adalah maksud, keinginan, perasaan nyata
dari pilihan kita.
4) Think win-win (Pikirkan
Menang – Menang)
Ada lima dimensi dari model
Menang - Menang:
a. Karakter adalah pondasi Menang-Menang. Disini harus ada integritas
untuk membangun kepercayaan dalam hubungan dan mendefinisikan kemenangan dalam
nilai nilai pribadi. Mental yang kuat berasal dari hati yang mendalam dan
pribadi yang berharga.
b. Hubungan
adalah fokus dalam Menang-Menang. Hubungan adalah kunci untuk memutar
situasi. Bila disana ada hubungan kepercayaan dan keseimbangan kemungkinan
sukses, interaksi produktif. Energi negative fokus pada perbedaan pada
kepribadian atau posisi perlu dihilangkan dan energi kooperatif fokus
pada pengertian dan pemecahan masalah.
c. Persetujuan
Prestasi atau Kerjasama memberikan definisi dan arahan menuju Menang-Menang. Persetujuan
harus meliputi elemen untuk menciptakan suatu standard penilaian sehingga orang
bisa mengukur kesuksesannya.
d. Sistem
Imbalan adalah elemen kunci dalam model Menang-Menang. Jika disuatu
kompetisi orang
menang diberi imbalan, anggota tim yang lain ada menang ataupun kalah itu sudah
lazim. Imbalan menjadi point plus sebagai reward kepada diri agar lebih
bersemangat.
e. Proses
Menang-Menang memiliki empat tahap.
a. Lihatlah masalah dari titik
pandang lain.
b. Kenali isu dan perhatikan
strategi.
c. Tentukan hasil apa yang akan
membuat solusi diterima.
d. Kenali pilihan baru untuk
meraih hasil tersebut.
5) Seek first to understand and
then to be understood (Berusaha mengerti dulu, baru minta dimengerti)
Jika orang tidak percaya
kepadamu, dan kamupun tidak percaya pada mereka. mereka akan tidak
peduli, marah, bahkan sulit untuk dipengaruhi. Keahlian mendengar dengan empati
harus dibangun pada suatu karakter yang keterbukaan dan kepercayaan.
a. Mendengarkan
dengan Penuh Empati
Yaitu mendengarkan dengan
seksama untuk mengetahui kerangka referensi dari perasaan orang lain. Kamu
mesti mendengar dengan telinga, mata dan hatimu.
b. Diagnosa
Sebelum Menulis Resep
Seseorang yang efektif akan
mencari untuk mengetahui kebutuhan, perhatian dan situasi pelanggan. Ibarat
kata “Amatiran akan menjual produk, profesional menjual solusi”.
c. Respon
Otobiografis
Kamu tidak akan pernah mampu
benar-benar melangkah masuk kedalam orang lain dan melihat dunianya sebagaimana
ia melihatnya sampai kamu mengembangkan benar benar memiliki kekuatan dari
karakter pribadi, dengan keahlian mendengar secara empati.
6) Synergize (Kerjasama yang
Kreatif)
Komunikasi sinergis adalah
membuka pikiran dan hatimu menuju kemungkinan baru. Seperti rencana “memulai
awal di pikiran”, tetapi nyatanya dipenuhi oleh tujuan yang lebih baik. Kepercayaan
tinggi akan menuntun kepada komunikasi dan kerjasama yang tinggi. Titik
kemajuan komunikasi bertahan (menang atau kalah-menang), penuh pernghormatan
(kompromi), sinergis (menang-menang).
Komunikasi sinergis harus
dicapai untuk mengembangkan kemungkinan kreatif, termasuk penyelesaian yang
lebih baik daripada masalah aslinya. Jika sinergi tercapai dengan baik, upaya
tindakan selalu berhasil dalam kompromi yang lebih baik.
7) Sharpen the saw (Asahlah
Gergaji)
Habits Mengasah gergaji disini
maksudnya lakukanlah asah kemampuan yang kita punya, suatu kelebihan yang
memungkinkan kita untuk menonjol dan berprestasi. Dengan introspeksi
empat dimensi dari sifat alamimu - fisik, spiritual, mental dan
sosial/emosional, kamu bisa bekerja lebih cepat dan tanpa kesulitan. Untuk
mengerjakannya, harus dengan sikap proaktif agar kita bisa berbaur di segala
elemen karakter. Dimensi-dimensi yang perlu diperhatikan dalam mengasah gergaji
:
a.Dimensi Fisik
Dimensi fisik menyangkut
merawat tubuh - makan makanan sehat, cukup istirahat dan santai, dan berolah
raga secara teratur.
b.Dimensi Spiritual
Dimensi spiritual adalah pusat,
berkomitmen untuk sistem karakter.
c.Dimensi Mental
Setiap hari kita harus membuat
komitmen paling sedikit satu jam untuk memperbaharui dalam tiga dimensi :
fisik, mental, spiritual.
d.Dimensi Sosial/emosional
Kehidupan emosional kita adalah
pertama yang dikembangkan dan dimuat dalam hubungan dengan yang lain.
Pembaharuan dimensi sosial/emosional memerlukan perhatian dan latihan dalam
interaksi kita dengan orang lain.
e.Menulisi Jalan Cerita Orang
Lain
Kebanyakan orang hidup dengan
cara reaktif berdasarkan pada cermin sosial. Sebagai orang yang
saling-ketergantungan, kita mengenali aturan kita sebagai bagian dari cerminan
sosial.
f.Keseimbangan dalam Pembahruan.
- Pembaharuan pribadi harus termasuk permbaharuan yang seimbang dari ke-empat dimensi
- fisik, spirit, mental dan sosial/emosional.
g.Sinergi dalam Pembaharuan.
Kemenangan Pribadi Harian, pada
tingkat minimum sejam setiap hari untuk memperbaharui dimensi pribadi, adalah
kunci untuk pengembangan
h.Spiral Menaik.
Pembaharuan adalah prinsip dan
proses yang memperkuat kita untuk bergerak menaiki spiral pertumbuhan dan
perubahan, suatu perbaikan terus menerus.
Penerapan 7 Habits menurut Saya
1. Begin
with the End in Mind
Agar terbentuk suatu langkah
yang yakin dan benar, mulanya kita diharuskan untuk memiliki sebuah tujuan. Contoh
kasus ketika saya akan memilih suatu keputusan dalam bertindak misalnya untuk
mengambil kuliah keperawatan, sebelumnya saya memikirkan apa saja hal postif
dan negative yang akan saya terima sebagai konsekuensinya mengambil jurusan ini.
2. Put
the First Thing First
Pada habits ini, saya harus
memiliki sebuah prioritas, apalagi ketika saya berada dalam suatu keadaan yang
menuntut saya untuk memilih. Prioritas adalah hal mana yang kita anggap lebih
dulu penting untuk dipenuhi atau dikerjakan, maka pilihlah hal itu. Sebagai contoh
jika dalam suatu waktu ada kegiatan bersamaan antara kuliah dan organisasi
tentu saya akan memilih kuliah, karna kewajiban saya saat ini adalah belajar. Sedangkan
organisasi sebagai tempat saya mengembangkan minat&bakat saya.
3. Thing
Win-win
Thing win-win mengajarkan saya
agar tidak hanya memikirkan kemenangan diri sendiri tetapi juga merangkul orang
lain untuk menang. Apabila prinsip ini terbiasakan dalam kehidupan sehari-hari,
saya yakin akan menjadi sosok yang lebih peduli dan tidak egois.
Contohnya saat saya bisa menguasai akan suatu materi perkuliahan sedangkan
teman saya tidak mengerti dan ia merasa putus semangat. Disitu peran saya untuk
membantu teman saya belajar bersama materi kuliah tersebut agar teman saya
faham dan kita sama-sama belajar.
Nama :Rizqi Ayu Safitri
Nim : C1AA18099
Kelas/Program Studi : 2A S1 Keperawatan
SEKOLAH TINGGI
ILMU KESEHATAN SUKABUMI
2018/2019

Sangat bermanfaat kak🙏🏻
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih ilmunya sangat bermanfaat
BalasHapus